Print This Article Print This Article Email This Article Email This Article

Reksadana

Investasi  Reksadana

Investasi Reksadana sudah menjadi salah satu pilihan di masyarakat umum untuk berinvestasi, bahkan sudah mulai mengungguli investasi lainnya yang pernah menguasai market seperti salah satunya investasi properti. Bahkan banyak sudah asuransi yang menawarkan pula asuransi yang digabungkan dengan Investasi Reksadana.

Dari fakta diatas, dapat disimpulkan bahwa Investasi Reksadana cukup menjanjikan.

Lalu apakah pengertian reksadana itu sendiri?  Apa saja Jenis-Jenis Reksadana? Manakah Reksadana yang cocok untuk saya? Bagaimana cara beli reksadana? Apa keuntungan investasi reksadana? Adakah risiko investasi reksadana?

Pasti banyak sekali pertanyaan yang ditanyakan pada saat kita mulai berpikir untuk menanamkan modal dalam investasi reksadana.

Seperti yang  mungkin sudah anda ketahui, reksadana (mutual fund) adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan dana masyarakat (pemodal), dimana kemudian dana tersebut akan diinvestasikan ke dalam portofolio efek oleh manajer investasi (MI). Portofolio efek tersebut bisa berupa saham, obligasi, instrumen pasar uang, atau kombinasi dari beberapa di antaranya.

Jika orang mengatakan, jangan letakkan barang berharga anda dalam satu tempat. Maka reksadana adalah contoh yang tepat.

Dalam berinvestasi sebaiknya dilakukan diversifikasi (pembagian risiko), maksudnya agar bila terjadi kerugian pada satu aset, masih bisa di-cover dengan aset lain untuk menghindari kerugian maksimal. Namun, konsekuensinya, kita perlu membangun suatu portofolio aset, yakni sekumpulan aset dengan berbagai profil risiko yang berbeda seperti saham, obligasi, deposito, dan lainnya. Dan untuk mewujudkan portofolio ideal diperlukan dana yang relatif besar, bahkan mencapai angka setidaknya Rp 10 miliar.

Reksadana adalah solusi yang kemudian muncul agar pemodal tak lagi kesulitan dalam berinvestasi. Seperti kesulitan berupa dana yang mepet, kurangnya waktu dan tenaga untuk memonitor portofolio, keterbatasan pengetahuan dan informasi, dan risiko-risiko lain dapat diatasi dengan reksadana.

Pada dasarnya, Reksadana terbagi menjadi beberapa jenis :

  • Reksadana Pendapatan tetap
  • Reksadana Saham
  • Reksadana Campuran
  • Reksadana Pasar Uang

Reksadana yang sangat bagus untuk dikelola adalah reksadana saham, karena:

  • Menghasilkan imbal hasil yang paling baik, reksadana saham juga merupakan salah satu Investasi Saham namun memiliki keuntungan-keuntungan investasi reksadana
  • Bisa kita pantau dengan mudah pergerakkanya mengingat dia adalah saham , yang dengan mudah kita dapatkan grafiknya (sebagai peta investasi).

Orang umumnya mengatakan reksadana adalah long term investment, bahkan tidak sedikit yang menganjurkan untuk berinvestasi tidak dibawah 5 tahun.

Ingat sekarang bukan saatnya lagi mendengarkan kata orang!!!

Jadilah investor berstrategy dan kenali pula risiko investasi reksadana. Lamanya berinvestasi reksadana tentu flexible tergantung market, saat market turun tentu saatnya anda lepas dan dibawah anda dapat membeli kembali dengan unit penyertaan yang lebih banyak karena NAV yang lebih rendah dari saat anda jual. Pengertian dan Jenis-Jenis saham juga merupakan modal penting dalam memilih reksadana.

Sekali lagi kami tekankan disini bahwa besarnya keuntungan yang diperoleh dari berinvestasi Reksadana bukanlah waktu semata yang menentukan, melainkan strategy yang dapat menuntun anda dalam mendapatkan waktunya membeli dan menjual yang optimal, serta menghindari posisi dari koreksi yang dalam.

Berikut contoh sinyal “First Signal”-Bisnis Investasi Saham dalam memberikan indikasi Sinyal FG untuk entry, G/TU untuk menambah posisi dan FR untuk merealisasikan keuntungan, yang dimanfaatkan oleh para member dalam mengantisipasi perkembangan reksadana berdasarkan pergerakan IHSG, sehingga koreksi yang dalam dapat diantisipasi seperti pada tahun 2008 dan membeli kembali pada NAV yang jauh lebih rendah.

IHSG 2006-2010

Analisalah dahulu pergerakan pasar untuk dapat mengantisipasi segala kemungkinan yang mungkin terjadi, dan memantau kondisi pasar secara makro dengan perkembangan Berita pasar . Jika kita berinvetasi dalam reksadana saham, kita juga perlu untuk menganalisa menggunakan Indikator Saham, salah satunya dengan Analisa MACD dengan menggunakan MACD Indicator.

Dengan menerapkan Simple Trading System dalam berinvestasi reksadana, maka anda dapat mengetahui/menganalisa adanya sinyal beli, waktu yang tepat untuk menambah posisi(top-up) dan jual disaat market menunjukkan sinyal jual.

Bukanlah lamanya waktu yang menentukan besarnya keuntungan yang dapat anda hasilkan dalam berinvestasi reksadana, tetapi strategy yang akan membantu anda untuk menentukan saat yg tepat untuk membeli, menambah posisi dan menjual.