Indonesia Market

Kekisruhan dalam penetapan batas utang negara Amerika yang berlarut-larut membuat kondisi pasa global tertekan dan mengalami puncak keraguannya pada akhir perdagangan munggu kemarin. Seluruh bursa dunia mengalami koreksi yang sangat besar.

Kejadian ini cenderung dikarenakan pelaku pasar yang semakin ragu akan kondisi perekonomian dunia, walau secara latarbelakang pemicu koreksi saat ini berbeda dengan 2008 yang dikarenakan produk keuangan yang gagal, sedangkan situasi sekarang lebih kepada kepercayaan pelaku pasar akan perkembangan ekonomi yang ada. Namun pada akhirnya akan tercermin juga pada harga pasar yang sebenarnya. Ditambah penurunan rating Amerika pada penutupan akhir minggu kemarin semakin membuat kondisi kepercayaan para investor tertekan.

IHSG pun yang mengalami pertumbuhan yang sangat baik pada  tahun ini dengan dukungan konerja ekonomi lokal kita yang kuat tidak luput dari pelaku pasar yang mengalami kekhawatiran. IHSG pun harus kembali menembus dibawah 4000.

Para member STS / First Signal, pantau indikasi signal yang terdeteksi oleh system dengan seksama dan perhatikan support dan resistance yang terjadi dipasar, mengingat panic yang terjadi pada market membuat kondisi bursa bedara pada kondisi irrasional. Fluktuasi akan kembali mewarnai perdagangan.

Tetap disiplin dalam mempertahankan posisi ataupun melihat peluang berdasarkan STS / First Signal.

STS/First Signal masih memberikan indikasi red on IHSG market.

IHSG memiliki resistance pada 4193 dan dalam arah membentuk support barunya.

US Market

Proses panjang yang penuh dengan situasi politik dalam menetapkan batas utang negara Amerika telah berakhir dan membuat mayoritas investor khawatir akan kelangsungan pemulihan ekonomi Amerika mengingat ke tidak solid an yang terjadi pada petinggi-petinggi di pemerintahan dan parlemen. Ditambah dengan penurunan rating barometer investasi Amerika oleh lembaga pemeringkat membuat kondisi semakin tertekan.

Dow Jones pun tidak luput dari koreksi yang berkepanjangan, beberapa berita positif yang ada di market baik data ekonomi dan Corporate Action tidak berhasil meredam kepanikan para Investor.

Hal ini membuat market sangat penuh spekulasi dan mematahkan pola uptrendnya. Mari kita pantau kinerja index Dow Jones selanjutnya apakah mampu membalikkan kondisi keraguan investor yang ada.

Cermati indikasi signal STS / First Signal baik untuk Long maupun short posisi. Disiplin dan cermat pada kriteria dan pantau support serta resistance yang terjadi di market.

STS/First Signal memberikan indikasi red on Dow Jones market.

Index Dow Jones memiliki resistance pada 12720 dan support pada 11383.

SPDR GOLD

Setelah bursa saham tertekan, dollar kembali melemah, maka para investor mencari balancing pada komoditas Emas.

Gold mengalami euphoria yang sangat luar biasa, hal ini akan terus berlangsung seiring perkembangan akan kestabilan ekonomi global dan mendorong harga emas untuk mencetak level tertinggi barunya.

Pantau long posisi pada SPDR-Gold seiring STS / First Signal dan support serta resistance yang ada pada market untuk pergerakkan jangka pendeknya.

STS/First Signal masih memberikan indikasi green on SPDR-Gold.

SPDR Gold  memiliki resistance pada 161.52  dan support pada 157.32.

“Hindarilah memprediksi arah pergerakkan market, tetapi antisipasilah setiap tanda-tanda yang diberikan oleh market”

 

Happy Trading,

BisnisInvestasiSaham (BIS)